Total Pageviews
Thursday, April 26, 2012
ayo tebak!!!!
a. NET
b. NAG
c. TON
d. TEN
e. ONE
Monday, October 31, 2011
Thursday, October 6, 2011
"kosongkan jiwa dari paradigma dan opini negatif, mari temukan keindahan dan liukan erotis Tuhan yang bersemayam dalam alam raya untuk menjadi 1 utuh"
Thursday, September 8, 2011
EKSAKTA KEHIDUPAN
Segala puji bagi Allah Robbul’alamin, Alloh sebagai subject pencipta sekaligus pengatur kehidupan di alam semesta ini, Allahlah yang mengendalikan ritme kehidupan ini secara pasti (EKSAK) seperti halnya adanya pergantian siang dan malam yang terjadi secara pasti dan bisa diukur dan dihitung, dalam kurun waktu tertentu akan dijumpainya keadaan siang dan dalam kurun waktu tertentu pula akan dijumpainya keadaan malam. Begitulah contoh irama kehidupan yang berjalan secara pasti dan terukur. Dalam tulisan ini akan digambarkan tentang pastinya perjalanan kehidupan dipandang dari ilmu pengetahuan matematika, spesifik dari ilmu Trigonometri.
Matematika memperoleh perhatian istimewa dari para ilmuwan dan sarjana Muslim klasik.Hampir semua sarjana Muslim dari berbagai jenis disiplin ilmu memiliki penguasaan dan apresiasi yang amat tinggi terhadap matematika. Para filsuf dan teolog seperti al-Kindi, al-Farabi, Ibn Sina, Nasruddin al-Thusi, Ibn Khaldun mempunyai karyakarya ilmiah di bidang matematika. Sedangkan para astronom dan fisikawan seperti al-
Battani, al-Farghani, al-Biruni, al-Haitsam, al-Thusi, Quthbuddin al-Syirazi, Ibn al-Syathir, Ulugh Beg tentu saja mahir pula menguasai matematika yang mereka perlukan sebagai ilmu alat untuk kedua bidang ilmu tersebut. Di antara mereka, bahkan, seperti al-Battani dan al-Biruni memberikan sumbangan yang berarti kepada matematika dengan mempersembahkan beberapa penemuan teorema di bidang geometri dan trigonometri.
Ilmuwan Muslim mempunyai apresiasi yang sangat tinggi terhadap disiplin matematika. Mereka segera menyadari bahwa matematika dan cabang-cabangnya membentuk basis terpenting sains, Kenyataan yang sering terjadi, banyak perkembangan yang terjadi di dunia matematika maka akan muncul konsekuensi dari kebutuhan para ilmuwan untuk menggunakan matematika dalam penyelesaian masalah-masalah astronomis. Menurut sejarah, matematikawan Muslim menguasai dunia matematika selama lima abad dan memikul tanggungjawab pengajarannya kepada seluruh dunia.
Copyright2008@beritalangit.com
Wednesday, June 8, 2011
Pak Linglung Berhitung
Yang pertama hasilnya 7 lebih empatpersepuluh. Yang kedua hasilnya tujuh lebih dua. Bagaimana mungkin? Begitu pikiran pak linglung sambil garuk-garuk kepala. Tak berputus asa ia mengambil kalkulator mencoba bilangan yang lain :
248 : 18 = 13,77777778
248 = 18 x 13 + 14
Ternyata pak linglung semakin bingung, karena pembagian itu menghasilkan bilangan yang sama (13), tetapi kelebihan yang berbeda jauh. 14 dengan 0,77777778. Ia geleng-geleng kepala tak mengerti!
Sunday, May 15, 2011
π ( pi ) = 22/7
” Apakah kamu tidak mengetahui bahwa sesungguhnya Allah mengetahui apa saja yang ada di langit dan di bumi?; bahwasannya yang demikian itu terdapat dalam sebuah kitab (Lohmahfuz) Sesungguhnya yang demikian itu amat mudah bagi Allah. ”
Dari mana sebenarnya nilai konstanta pi ?, Bagi orang muslim yang sudah pernah berangkat ke tanah suci ”Mekkah”, disadari atau tidak disadari bahwa mereka membuktikan secara matematis praktis bahwa pi = 22/7, dan tidak boleh dipecahkan dalam bentuk desimal, sebab sesuatu bilangan jika dibagi dengan bilangan prima maka akan menghasilkan bilangan tak hingga dibelakang koma.
Bukti:
22/7 = 3.142857 142857 142857 142857 1428571 …, jelas pengulangan 1428571 tak hingga.
Perhatikan penulisan Al Hajj ayat 70 (QS 22:70) jika kita lingkari charakter 4 s/d ke 7 maka akan diperoleh 22:7, Allahu Akbar…, sama dengan notasi matematika bukan ?
dr 0 ke 1
Galileo said "matematika adalah bahasa tuhan saat menuliskan alam raya" kata-kata ini pula yang merenggut matematika yang meterialis, betapa tidak matematika adalah ibadah sebuah jalan menuju yang kuasa dengan sejuta simbol yang terus berkilat dalam kehidupan kita, akankah matematika menemukan maknanya sebagai pembersih jiwa dengan melihat 0 (nol) sebagai filosofi indah sebelum mencapai 1 (satu)
"kosongkan jiwa dari paradigma dan opini negatif, mari temukan keindahan dan liukan erotis Tuhan yang bersemayam dalam alam raya untuk menjadi 1 utuh"
Friday, April 1, 2011
Kenapa harus balajar matematika ?
hmmm...
Pertanyaan yang sangat sering dilontarkan siswa-siswi yg punya keingintahuan yg besar tentang matematika atau malah ga suka dengan pelajaran yang katanya menakutkan itu...
Ada 4 alasan yaitu 4-Se.
Se yang pertama adalah Sepenting baca-tulis. se yang kedua adalah Sepintar-pintar guru nalar. Se yang ketiga adalah Seindah seni. Dan yang keempat adalah Sebaik budi pekerti.
Mengapa bisa seperti itu?yuks... kita bahas satu persatu...
1. Sepenting baca-tulis
"Iqro'...!" (QS.96:1)
Membaca adalah kebutuhan dasar terpenting bagi setiap orang. Demikian pentingnya membaca, hingga mukjizat terbesar Nabi, sekaligus kitab suci diberi nama AL-Qur;an, yang secara harfiah berarti bacaan. Dan ayat yang pertama turun adalah iqro’, bacalah!
“Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang Menciptakan! Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah! Dan Tuhammulah yang Maha Pemurah. Yang mengajar (manusia) dengan perantara Qalam (baca-tulis). Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya” (Q.96:1-5)
Penggalan surat pendek yang bernada perintah itu begitu menakjubkan. Betapa Tuhan sangat menganjurkan agar manusia gemar membaca. Betapa Tuhan sama sekali tidak menghendaki manusia menjadi bodoh. Seolah ayat itu berseru: “Wahai kalian manusia pergunakanlah indera da akal fikiranmu! Perhatikanlah yg tersurat juga yang tersirat! Gemarlah membaca! Jadilah manusia yang cerdas!” Secara tidak langsung, ini artinya kita harus bias baca-tulis.
Kemampuan baca-tulis adalah sebuah alat. Alat untuk membuka cakrawala ilmu yang tiada batasnya. Itulah sebabnya pelajaran pertama yang kita dapat di bangku seklah adalah pelajaran baca-tulis. Harapannya adalah, setelah alat ini dipunyai maka seabrek pengetahuan yang ;ain bias didapatkan, tanpa lagi dituntun oleh seorang guru misalnya. Dengan membaca kita akan memperolah banyak ilmu pengetahuan dan pengalaman serta cakrawala berpikir. Bahkan dengan membaca, kita akan menjadi seorang yang kreatif, kritis, dan bijak, atau sekurang-kurangnya kita bias hijrah dari orang yang tidak tahu menjadi oaring yang mengetahui.
Kita akan mahir membaca dengan mengetahui hanya mengetahui 26 huruf mulai dr A sampai dengan Z. Begitu juga dengan membilang, mulanya kita hanya diperkenalkan :
Bilangan 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 dan selanjutnya, kita bias dengan sendirinya membilang hingga berapapun. Kemampuan yang seperti ini disebut sebagai kemampuan hermeneutika, yakni kemampuan untuk menafsirkan segala sesuatu.
Demikainlah matematika diposisikan. Yang diajarkan adalah layaknya pelajaran baca-tulis. Sebuah pelajaran tentang alat. Seperti yang yang ditulis dalam Compton’s Pictured Encyclopedia volume 9, sebagaimana dikutip oleh GIe(1993);
Mathematics ranks with reading and writing as one of the cornerstones of modern civilization.
(Matematika berkedudukan sederajat dengan baca-tulis sebagai suatu landasan-landasan peradaban modern)
Matematika adalah hasil dari membaca pesan alam. Bilangan, garis, operasi, fungsi, dan seterusnya adalah merupakan konsep-konsep abstrak yang didapatkan dari memperhatikan fenomena alam. Proses itu yang biasa disebut dengan abstraksi. Oleh karena itu melalui proses abstraksi matematika memiliki objek kajian yangabstrak atau sering disebut objek mental, yang letaknya adalah dalam fikiran manusia. Selanjutnya untuk mengungakapkan konsep-konsep yang abstrak tersebut maka digunakanlah sebuah bahasa, dalam hal ini bahasa yang digunakan adalah bahasa perlambang(symbol)
Galileo berkata, “Buku Besar tentang ala mini ditulis dalan bahasa matematika.” Ini adalah karena fakta telah menunjukan bahwa manusi terus menemukan refleksi konsep-konsep matematika abstrak dalam dunia eksternal sebagai bukti bahwa Intelegensi Maha Tinggi bekerja dalam merancang bangun kosmos ini; dan seberapa jauh pun sains itu berkembang, ia terus menemukan level yang semakin dalam mengenai kaidah-kaidah matematika yang terdapat didalam struktur alam semesta. Dan, tidak ada satupun yang memiliki intelegensi maha tinggi seperti itu, selain Allah SWT, Tuhan alam semesta.
Sunday, March 20, 2011
teka-teki
Teka-teki ini tidak mengandung trik, hanya murni logika.
Ada lima buah rumah yang masing-masing memiliki warna yang berbeda. Setiap rumah dihuni satu orang pria dengan kebangsaan yang berbeda-beda. Setiap penghuni menyukai satu jenis minuman tertentu, merokok satu merk rokok tertentu dan memelihara satu jenis hewan tertentu. Tidak ada satupun dari kelima orang tersebut yang minum minuman yang sama, merokok merk rokok yang sama dan memelihara hewan yang sama seperti penghuni yang lain. Bisakah anda mengetahui siapakah yang memelihara ikan?
Petunjuk:
Orang Inggris tinggal di dalam rumah berwarna merah.
Orang Swedia memelihara anjing.
Orang Denmark senang minum teh.
Rumah berwarna hijau terletak tepat di sebelah kiri rumah berwarna putih.
Penghuni rumah berwarna hijau senang minum kopi.
Orang yang merokok Pallmall memelihara burung.
Penghuni rumah yang terletak di tengah-tengah senang minum susu.
Orang Norwegia tinggal di rumah paling pertama.
Orang yang merokok Marlboro tinggal di sebelah orang yang memelihara kucing.
Orang yang memelihara kuda tinggal di sebelah orang yang merokok Dunhill.
Orang yang merokok Winfield senang minum bir.
Orang Jerman merokok Rothmans.
Orang yang merokok Marlboro bertetangga dengan orang yang minum air.
Di sebelah rumah berwarna biru tinggal orang Norwegia.
Selamat mencoba!